Sahabat. Ada pepatah yang bilang sahabat adalah musuh yang tersembunyi, dan begitu juga sebaliknya. Itu sih pepatah lama. Tapi gak jarang kan ada musuh yang tiba-tiba jadi sahabat kita dan seorang sahabat nusuk dari belakang terus akhirnya jadi musuh.
Buat aku sahabat ya sahabat. Aku sebenernya kurang tau apa aku punya sahabat atau gak. Sahabat itu slalu ada buat kita, sahabat itu penolong, sahabat itu diwaktu senang dan sedih, sahabat itu bersimpati, sahabat itu akan bilang ke semua orang 'inilah sahabatku' ketika kita sedang berada dititik paling bawah sekalipun. Dan sampai sekarang banyak orang-orang yang awalnya aku anggap sahabat pergi ngilang begitu aja. Sampai aku sadar mereka bukan orang-orang abadi, mereka cuman sekedar teman yang ngasih energi positif ke aku disatu waktu.
Sahabat. Mungkin banyak yg sering ngalamanin hal seperti dikhianati sahabat, ditinggalkan, dibohongi. Tapi apalah artinya itu semua jika masih ada 'alasan' yang bisa kita denger dari mulut sahabat. Gak semua hal yang buruk itu harus berakhir buruk kan ? Jangan hanya melihat satu titik hitam di atas selembar kertas putih. Bagaimanapun sahabat pernah bikin kita senyum di antara kesedihan kita, bikin kita bangkit saat jatuh, bikin kita berharga disaat gak ada satupun orang yang perduli.
Gak ada istilah mantan sahabat kok :') Orang yang kita anggap enemy yang padahal dulunya itu sahabat kita, dia tetep ada, dia ngawasin kita dari jauh, dia pasti berharap dalam hatinya semoga kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.
Yah begitulah hidup. Sahabat adalah obat yang paling tepat. Semua orang punya segi positif dan negatif, tergantung dari kitanya, gimana caranya agar bisa berjalan beriringan.
Tulisan ini aku dedikasikan buat semua temen-temen aku. Love you all :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar